welcome75A

Member of Pitoelimo

Photobucket
fgt2bali2011
IP

Sabtu, Februari 13, 2010

April 2009


Berpartisipasi dalam Ulang Tahun Almamater ke-59 yang diikuti oleh para alumni dan siswa/wi SMAN-1 Malang beserta para guru pengajarnya yang dipusatkan di Aula.

Mei 2009


Para punggawa alumni75 sedang berpose di depan Waroeng PITOELIMO di kawasan Ijen untuk ikut menyemarakan event Malang Tempo Doeloe yang diselenggarakan oleh PEMKOT.

Juli 2009


Istirahat sejenak usai melantunkan lagu-lagu nostalgia di Warung Ndeso Pulosari Malang dalam agenda bulanan Tembang Kenangan bersama Ikamisa Korwil Jatim.

September 2009


Suasana penuh keakraban dalam acara Halal-bi-halal keluarga besar Ikamisa Korwil Jawa Timur di RM Kertanegara Malang agar silaturahim tetap terpelihara.

Kamis, Februari 11, 2010

Nopember 2009


Alumnus SMAN-1 Malang Soeharso Monoarfa yang kini menjadi MENPERA di KIB-II langsung melepaskan kerinduannya dengan menyapa kepada para Mantan guru SMAN-1 Malang ketika tiba di Aula dalam acara Temu Kangen Alumni Mitreka Satata.

Nopember 2009


Tampak MENPERA Soeharso menghampiri para mantan guru pengajar SMAN-1 yang duduk di deretan kursi depan di dalam AULA TUGU seraya menanyakan keadaan mereka saat ini.

November 2009


Foto Bersama para Mantan Guru SMAN-1 Mlg dengan MENPERA Soeharso seusai memberikan wejangan kesan dan kenangan semasa masih menjadi siswa di SMAN-1 Malang kepada para hadirin di Aula Tugu Malang.

Kamis, Oktober 15, 2009

HALAL BI HALAL 1430H SMAN-1 MALANG.

Sudah menjadi tradisi bagi umat islam di Indonesia khususnya, bahwa rasa-2nya kurang “afdol” bila hari-hari kemenangan dibulan Syawwal 1430H itu dilepaskan begitu saja tanpa adanya “perwujudan” yang bisa memberikan kesan antar alumni Mitreka Satata SMAN-1 Malang, setelah 29 atau 30 hari penuh dibulan suci Ramadhan, kita umat islam menjalani ibadah shaum dalam rangka mendapatkan ridha ILLAHI untuk menjadi insan yang lebih berkwalitas baik rohani maupun jasmani.

Tanggal 26 September 2009, bertempat di RM Kertanegara dekat Gedung almamater SMAN-1 Malang tengah berlangsung “silaturrahmi” antar alumni Mitreka Satata yang dihadiri oleh puluhan peserta dari berbagai angkatan mulai tahun 1955 hingga 2008 yang dihadiri oleh Ketua IKAMISA (Ikatan Alumni Mitreka Satata) Pusat Jakarta Sam Iskandar bersama Sekjen Sam Iwan juga sesepuh Almamater, bertemu sembari melepaskan rindu yang membelenggu diantara relung-relung kalbu, haru-biru kian nampak diraut wajah setiap individu yang hadir kala itu.

Dan pada kesempatan itu juga, ditetapkan kepengurusan AMISA (Alumni Mitreka Satata) Korwil Jawa Timur yang berkedudukan di Malang dan Korwil Asia juga Korwil Eropa beserta para kordinator angkatan untuk mewadahi aspirasi dan memfasilitasi kebutuhan alumni yang ingin berkreasi memajukan Ikamisa dan Almamaternya disamping melakukan kordinasi serta menghimpun anggota sebanyak mungkin. Sehingga kedepan nantinya akan terjalin ikatan persaudaraan yang lebih kuat lagi diantara alumni, bahkan hingga ke putra/putrinya yang kelak bisa menyambungkan kembali ikatan bathiniah…


Salam,
Bowie

Sam Iwan sebagai Sekjen Ikamisa menyampaikan harapannya sekaligus membacakan SK Pengurus Ikamisa Pusat untuk para Kord. Angkatan.

Kesempatan me-refresh memory yang hampir pupus segera dimanfaatkan dalam satu meja agar tak segera hilang ditelan masa yang menapaki usia.

HUMAS Amisa75 (Rully) dari Paguyuban Pitoelimo saat foto bersama dengan adik kelasnya (sapa yaa namanya…???), merajut kembali kenangan indah…

Tembang lagu melankolispun dilantunkan bersama para alumni untuk menghibur dan mengenang kembali masa-masa indah waktu di SMA……

Ketua Ikamisa sam Iskandar sedang foto bersama dengan para alumni lintas angkatan dari yang masih berusia muda hingga yang sudah berkepala lima.

Senin, Agustus 31, 2009

Gedung Balai Kota Malang

The Man Behind The Gun. Suatu keberhasilan tidak terlepas dari seorang pucuk pimpinan dalam menata dan mengendalikan staf beserta jajarannya untuk mengabdi sebagai Pamong Praja. Mengawali dari lingkungan sendiri adalah suatu inisiasi yang bijak. Dan itu dapat dilihat dari suasana yang bersih dan asri di lingkungan Gedung Balai Kota Malang, salah satu gedung sejarah peninggalan Belanda masih terawat apik sampai saat ini dengan kerindangan tumbuhan pohon Trembesi di sekeliling bundaran tugu.

Tugu Aloen-aloen Boender dimalam hari

Gemerlap dikegelapan malam hari, telah berhasil dimanifestasikan di monumen Tugu Revolusi Aloen-aloen Boender Malang. Nilai artistiknya sangat indah dengan tekstur batu alam yang berwarna hitam dipadukan dengan sinar lembayung menembus “spraying” air nan jernih di sekelilingnya, bener-bener mentakjubkan bagi setiap insan yang menyukai keindahan malam di kota yang dingin ini.

Toserba SARINAH dengan pola Milenium

Toserba SARINAH (Siapa Anti Revolusi Indonesia Nistjaja Akan Hantjoer), sebuah singkatan “Heroik & Patriotik” di era Presiden Repoeblik Indonesia pertama Ir. Soekarno sang Proklamator dan Orator yang banyak dikagumi bangsa-2 di dunia karena pidatonya yang sangat berapi-api menyulut semangat gerilyawan anti penjajah di bumi Indonesia. Isi pidatonya mencerminkan kepemimpinannya dan seringkali memiliki tema yang disingkat seperti SARINAH ataupun DJAS MERAH (DJAngan Sekali-kali MElupakan sedjaRAH). Terlepas dari itu semoewa, Toserba SARINAH tetap mampu bersaing dengan banyaknya Super Mall yang bermunculan di kota Malang.

Toko OEN di jalan Basuki Rahmat

Inilah kedai kopi dan es krem yang banyak dikunjungi para wisatawan mancanegara yang singgah di kota Malang. Letaknya di jalan Kajoetangan (sekarang jalan Basuki Rahmat). Berdekatan dengan Hotel Riche; Kantoor Pos (dahulu) Telefon dan Telegraf; Bioskop Roxy juga Gereja, melengkapi Toko OEN didjaman tempo doeloe sebagai tempat rendesvouz yang comfortable sehabis berjalan-jalan di sepanjang pertokoan Kajoetangan.

Stasion KA Kota MALANG

Stasiun Kereta Api Malang yang unik, dahulu sering juga disebut Stasiun Kota Baru Malang. Karena di sebelah selatannya ada stasiun kereta api Kota Lama yang tetap digunakan sampai sekarang. Apakah stasiun ini dahulu digunakan khusus bagi para Meneer yang melancong dan dinas di Kota Malang nan sedjoek? Karena di pelataran depan stasiun pernah dipakai parkir kendaraan-2 sedan jaman doeloe buatan Eropa dengan berbagai merk seperti Opel; Volk Wagon; Plymouth hingga Mercedez. Boleh jadi bener, sebab trowongan bawah tanah dan depot-2 restorasi yang cukup memadai dapat membuat para penumpang merasa nyaman meski harus menunggu keberangkatannya beberapa jam.