
Tampak MENPERA Soeharso menghampiri para mantan guru pengajar SMAN-1 yang duduk di deretan kursi depan di dalam AULA TUGU seraya menanyakan keadaan mereka saat ini.


The Man Behind The Gun. Suatu keberhasilan tidak terlepas dari seorang pucuk pimpinan dalam menata dan mengendalikan staf beserta jajarannya untuk mengabdi sebagai Pamong Praja. Mengawali dari lingkungan sendiri adalah suatu inisiasi yang bijak. Dan itu dapat dilihat dari suasana yang bersih dan asri di lingkungan Gedung Balai Kota Malang, salah satu gedung sejarah peninggalan Belanda masih terawat apik sampai saat ini dengan kerindangan tumbuhan pohon Trembesi di sekeliling bundaran tugu.
Gemerlap dikegelapan malam hari, telah berhasil dimanifestasikan di monumen Tugu Revolusi Aloen-aloen Boender Malang. Nilai artistiknya sangat indah dengan tekstur batu alam yang berwarna hitam dipadukan dengan sinar lembayung menembus “spraying” air nan jernih di sekelilingnya, bener-bener mentakjubkan bagi setiap insan yang menyukai keindahan malam di kota yang dingin ini.
Toserba SARINAH (Siapa Anti Revolusi Indonesia Nistjaja Akan Hantjoer), sebuah singkatan “Heroik & Patriotik” di era Presiden Repoeblik Indonesia pertama Ir. Soekarno sang Proklamator dan Orator yang banyak dikagumi bangsa-2 di dunia karena pidatonya yang sangat berapi-api menyulut semangat gerilyawan anti penjajah di bumi Indonesia. Isi pidatonya mencerminkan kepemimpinannya dan seringkali memiliki tema yang disingkat seperti SARINAH ataupun DJAS MERAH (DJAngan Sekali-kali MElupakan sedjaRAH). Terlepas dari itu semoewa, Toserba SARINAH tetap mampu bersaing dengan banyaknya Super Mall yang bermunculan di kota Malang.
Inilah kedai kopi dan es krem yang banyak dikunjungi para wisatawan mancanegara yang singgah di kota Malang. Letaknya di jalan Kajoetangan (sekarang jalan Basuki Rahmat). Berdekatan dengan Hotel Riche; Kantoor Pos (dahulu) Telefon dan Telegraf; Bioskop Roxy juga Gereja, melengkapi Toko OEN didjaman tempo doeloe sebagai tempat rendesvouz yang comfortable sehabis berjalan-jalan di sepanjang pertokoan Kajoetangan.
Stasiun Kereta Api Malang yang unik, dahulu sering juga disebut Stasiun Kota Baru Malang. Karena di sebelah selatannya ada stasiun kereta api Kota Lama yang tetap digunakan sampai sekarang. Apakah stasiun ini dahulu digunakan khusus bagi para Meneer yang melancong dan dinas di Kota Malang nan sedjoek? Karena di pelataran depan stasiun pernah dipakai parkir kendaraan-2 sedan jaman doeloe buatan Eropa dengan berbagai merk seperti Opel; Volk Wagon; Plymouth hingga Mercedez. Boleh jadi bener, sebab trowongan bawah tanah dan depot-2 restorasi yang cukup memadai dapat membuat para penumpang merasa nyaman meski harus menunggu keberangkatannya beberapa jam.
Rencana itupun digelar melalui sidang rapat yang sederhana di Waroeng Pitoelimo untuk berembug tukar pendapat dengan dilandasi semangat kebersamaan dan jiwa “Mitreka Satata” yang sudah terpatri di dalam lubuk hati para alumni SMAN-1 Malang.
Gayungpun bersambut, nampak para alumni SMAN-1 Malang baik senior maupun yang yunior menyempatkan diri bertandang dan memperkenalkan diri dengan para alumni lainnya untuk mempererat kembali tali silaturahmi dan mewujudkan suatu ikatan yang membawa manfaat bagi para anggotanya.
Antusiasme warga kota Malang untuk menikmati kembali suasana masa lalu cukup positip. Mereka datang ingin membaur sambil lesehan menikmati sajian menu masakan khas Ngalam dengan keredupan lampu minyak dimalam hari.
Malang Tempo Doeloe (MTD), sebuah gagasan dari PEMKOT Malang untuk mewujudkan kenangan indah kota Malang dimasa lalu dengan segala keunikan bangunan dan keragaman aneka masakan serta souvenir khas Ngalam. Paguyuban75 sebagai wadah silaturahmi Alumni75 dan siswa/wi th 73-75 SMAN-1 Malang ikut berpartisipasi untuk memfasilitasi harapan itu dengan membuka Waroeng Pitoelimo pada tgl. 21-24 Mei 2009 di jln Ijen kav. No. 5 Malang.